DIRECT AND INDIRECT SPEECH
1. Adinda said, “I don’t want to go”
She said she didn’t want to go
2. Bayu said, “Meet me after class”
He told me to meet him after class
3. “Are you sad?” said Lila
Lila asked me if I was sad
4. “Rizky”,said Yuli “is my best friend”
Yuli said that Rizky was her best friend
5. “What do you want?” said Yudha
He asked me if I wanted
6. “is what I explained clear?” said Mr.D
Mr.D asked me if what he had explained was clear or not
7. “Have you ever met you idol?” Said Inna
Inna asked me if I had met my idol
8. He said, “What time is it?”
He asked me if what time it is
9. He asked, “Have you need any good books lately?”
He asked me if I had need any good books lately
10. He asked, “Did you finish your assignment?”
He asked me if I had finished my assignment
11. He asked, “May I borrow your English grammar book?”
He asked me if he might borrow my English grammar book
12. He asked, “Is what you want to talk to me about important?”
He asked me if what I wanted to talk to him was important or not
13. He asked, “Is what you said really true?”
He asked me if what I said was really true or not
14. He said, “Where should I meet you after class?”
He asked me if where should he met me after class
15. He said, “Who do you think will win the champions league?”
He asked me if who did I think would win the champions league
Rabu, 12 Juni 2013
Kamis, 02 Mei 2013
PARALLEL STRUCTURE AND PAIRED CONJUNCTION
A.
Combain
the given sentences into one sentence that contain parallel structure !
1. Mary
is opening the door and greeting her guests.
2. Mary
is kind, generous and trustworthy.
3. I
like coffee but I don’t like tea.
4. I
have met her mother and her father.
5. I
should have finished my homework and cleaned my room.
6. The
decided to quit school, to go California and to find a job.
7. He
enjoys reading novels and watching Tv in his sparetime.
B.
Combain
the following into sentence that contain parallel structure. Use appropriate
paired conjunctions.
8. Either
we could fly or take the train.
9. You
not only can have tea but also can have tea.
10. Not
only Arthur but also Ricardo is absent.
11. Both
Nico and his brother doesn’t understand English.
12. Not
only
Bob but also Alex is not in class today.
13. Both
Ron and Bob enjoys horseback riding.
14. According
to the news report, either will snow tonight or rain tonight.
15. Neither
the library nor the bookstore doesn’t have the book I need.
Selasa, 02 April 2013
PRESENT PERFECT TENSE
Verbal Sentence
1. I
have had a dinner
I haven’t had a dinner
Have you had a dinner?
2. Mr.
Ahmad has lived in Jakarta for five yeas
Mr. Ahmad hasn’t lived in Jakarta for
five years
Has Mr.Ahmad lived in Jakarta for five
years?
3. I
have watched Justin Bieber in Tv
I haven’t watched Justin Bieber in Tv
Have you watched Justin Bieber in Tv?
4. She
has just finished her homework
She hasn’t just finished her homework
Has she just finished her homework?
5. I
have answered that question
I haven’t answered that question
Have you answered that question?
6. Devi
have visited the museum before
Devi haven’t visited the museum before
Have Devi visited the museum before?
7. I
have just sent an email
I haven’t just sent an email
Have you just sent an email?
8. Dandi
has damaged his toys
Dandi hasn’t damaged his toys
Has Dandi damaged his toys?
9. Dinda
has studied at Gunadarma University since 2012
Dinda hasn’t studied at Gunadarma
University since 2012
Has Dinda studied at Gunadarma
University since 2012?
10. Amy
has bought a bag
Amy hasn’t bought a bag
Has Amy bought a bag?
Nominal
Sentence
1. I
have been here for one hour
I haven’t been here for one hour
Have you been here for one hour?
2. Putri
has been tired since Mrs.Ani here
Putri hasn’t been tired since Mrs.Ani here
Has Putri been tired since Mrs.Ani here?
3. I
have been busy for three weeks
I haven’t been busy for three weeks
Have you been busy for three weeks?
4. She has been at museum since 08.am
She hasn’t been at
museum since 08.am
Has she been at museum
since 08.am?
5. He
has been washing your car for 15 minutes
He hasn’t been washing your car for 15
minutes
Has he been washing
your car for 15 minutes?
6. Mr. Jamal has been in Bandung since 1982
Mr. Jamal hasn’t been
in Bandung since 1982
Has Mr. Jamal been in
Bandung since 1982?
7. You have been read a magazine
You haven’t been read a
magazine
Have you been read a
magazine?
8. I have been sick for 3 days
I haven’t been sick for
3 days
Have you been sick for
3 days?
9. I have been to Dufan before
I haven’t been to Dufan
before
Have you been to Dufan
before?
10. I
have been to Paris recently
I haven’t been to Paris
recently
Have you been to Paris
recently?
Selasa, 12 Februari 2013
LIMA UNSUR PENTING DALAM PERUSAHAAN
Dalam perekonomian, perusahaan
dapat bertindak sebagai perantara antara sumber faktor produksi dan konsumen.
Meliputi sarana, organisasi dan lembaga lembaga yang secara langsung ataupun
tidak langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi barang serta jasa
untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi prosukdi yang
menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan
cara yang menguntungkan. Dari definisi tentang perusahaan tersebut, dapatlah
dikatakan bahwa ada lima unsure yng penting, yaitu:
1. Organisasi,
berasal dari kata organ yang berarti
alat. Adanya sutu alat produksi saja belum cukup untuk menimbulkan organisasi.
Setelah dikombinasikan dengan sumber-sumber ekonomi lainnya seperti manusia,
bahan-bahan, dan sebagainyatimbullah keharusan untuk mengadakan kerjasama
secara efisien dan efektif. Organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungannya
yang mempunyai sifat dinamis, yang artinya dapat menyesuaikan diri kepada
perubahan, pada hakekatnya merupakan suatu bentuk yang dengan sadar diciptakan
menusia untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.
2. Produksi,
yaitu semua usaha yang ditunjukan untuk menciptakan suatu barang. Produksi
dibagi menjadi dua, yaitu produksi langsung dan produksi tidak langsung.
Produksi langsung merupakan usaha-usaha untuk menghasilkan atau mendapatkan
barang secara langsung, ini meliputi produksi primer dan produksi sekunder. Selain
produksi langsung terdapat kegiatan lain yang membantu disebut produksi
tersier. Ini meliputi perdagangan (perdagangan kecil, besar, impor dan ekspor)
dan kegiatan-kegiatan lain seperti distribusi, perbankan, perasuransian,
penelitian pasar dan periklanan. Sedangkan produksi tidak langsung ini tidak
menaikkan nilai penggunaan ataupun tidak langsung dari alam, tetapi memberikan
jasa-jasa yang sangat berguna bagi perusahaan. Sebagai contoh adalah kegiatan
yang dilakukan oleh para akuntan, ilmuwan, polisi dan sebagainya.
3. Menggunakan
dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi, pada pokoknya sumber-sumber ekonomi
atau fator-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan dapat dikelompokan
kedalam 4 macam sumber, yaitu manusia, uang, material dan metode. Keempat
sumber ini dikenal dengan sebutan 4 M (man, money, material dan method).
Produksi tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya sumber-sumber tersebut.
Semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditunjukan untuk membuat barang dan
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mendistribusikannya dengan cepat dan
efisien agar memperoleh laba. Laba akan didapatkan apabila perusahaan membuat
barang dan jasa yang sesuai denga selera masyrakat untuk memuaskan
kebutuhannya. Jadi tugas perusahaan adalah melayani kepentingan masyrakat.
4. Kebutuhan,
meliputi kebutuhan akan barang dan jasa. Sebuah perusahaan tidak akan dapat
memenuhi semua kebutuhan menusia, melainkan hanya sebagian saja. Sedangkan
sebagian yang lain dipenuhi oleh perusahaan yang lain pula. Misalnya perusahaan
roti hanya dapat memenuhi akan kebutuhan makanan saja, perusahaan konveksi
hanya dapat memenuhi kebutuhan pakaian saja. Jadi antar perusahaan akan saling
membutuhkan satu sama lain.
5. Cara
yang menguntungkan, agar tujuan perusahaan dapat tercapai maka semua aktivitas
yang dilakukan haruslah menggunakan cara-cara yang menguntungkan. Artinya
cara-cara yang ditempuh tersebut haruslah memperhatikan prinsip-prinsip yang
efisien. Pemborosan dan cara-cara yang kurang menguntungkan sebaiknya
dihindari. Cara yang menguntungkan bagi sebuah perusahaan belum tentu sama
baiknya bagi perusahaan yang lain. Sebab cara yang ditempuhnya berbeda-beda. Perbedaan
terletak pada bidang operasinya, alat prosuksinya, tujuan perusahaannya,
keuntungan maksimalnya, kesejahteraan anggotanya dan kesejahteraan
masyarakatnya.
MANAJEMEN KANTOR
Kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan
untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha atau pekerjaan tulis menulis. Manajemen perkantoran adalah
pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas ketatausahaan dari sebuah
kantor untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehemat-hematnya.
Menurut Drs. Kamisa, kantor berarti: bangunan yang
dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi. Menurut
Erns Neufert, bahwa didalam bangunan perkantoran pekerjaan utamanya adalah
dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan pembuatan maupun pengambilan
keputusan berdasarkan informasi tersebut. Jadi perkantoran adalah bangunan yang
digunakan untuk pekerjaan administrasi dan manajerial.
Manajemen Kantor adalah Perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan pekerjaan ketatausahaan untuk
mencapai tujuan yang telah diperkirakan.
Manajemen Kantor adalah seluruh
kegiatan penataan yang berhubungan dengan pelaksanaan tatausaha sebuah
organisasi agar proses tersebut mampu menyediakan informasi yang bermakna bagi
proses pembuatan keputusan.
Manajemen
kantor dapat ditinjau dari dua sudut penglihatan yang berbeda, yaitu dari sudut
manajemen dan dari sudut sasaran.
Manajemen bukan saja dapat dianggap sebagai suatu
jenis ilmu, tetapi juga aktivitas (kegiatan). Sebagai suatu ilmu dan aktivitas,
manajemen mempunyai sifat yang unik. Artinya, identitas manajemen berbeda dari
ilmu dan aktivitas lainnya.
Prosedur perkantoran adalah
sistem-sistem perkantoran atau urutan-urutan dari pada langkah-langkah
pelaksanaan –pelaksanaan pekerjaan kantor di dalam mana pekerjaan itu dilakukan
dan berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya dimana dan
siapa yang melakukannya.
Pentinganya sistem perkantoran
karena :
1. Membuat pekerjaan kantor menjadi
lebih lancar.
2. Memberikan pengawasan yang lebih
baik melalui pengarahan.
3. Membuat koordinasi yang lebih baik
diantara bagian-bagian yang berbeda.
4. Dalam melaksanakan pekerjaan dengan
formulir-formulir perkantoran dan alat-alat pekerjaan tata usaha yang sangat
penting.
Perencanaan kantor meliputi segala
aktivitas peramalan mengenai hal ihwal yang harus dilakanakan dana cara-cara
pelaksanaannya dalam bidang tata usaha kantor. Maksud perencanaan kantor adalah
mencapai efesien yang tertinggi dalam pelaksanaan tata usaha tersebut.
Perencanaan kantor dapat meliputi perencanaan prosedur, perbekelalan dan tata
ruang kantor.
Selasa, 29 Januari 2013
MAKALAH : PENGARUH KEPEMIMPINAN BUDAYA MINANGKABAU TERHADAP KEMAMPUAN MANAGERIAL
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “
Pengatuh Budaya Minang Dalam kemampuan Manajerial” tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang diharapkan dapan bermanfaat bagi
kita semua. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
oleh karena itu segala kritik dan saran kami harapkan untuk pelajaran dimasa
yang akan datang.
Akhir kata saya sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperanserta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Akhir kata saya ucapkan terima kasih, saya berharap
agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Jakarta,
Januari 2013
BAB
I
I.
PENDAHULUAN
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya merupakan bagian yang tidak
bisa terlepaskan dari diri manusia sehingga banyak orang sering menganggap
bahwa budaya diwariskan secara genetis. Ini terbukti ketika seseorang berusaha
untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya sebagai sesuatu hal yang
dipelajari. Budaya juga diartikan sebagai suatu pola hidup yang sangat
menyeluruh, budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak
aspek budaya turun menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya
ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Kehidupan sosial
manusia juga tidak lepas dari yang namanya perekonomian. Dalam perekonomian
dibutuhkan seseorang yang mampu untuk memimpin dan menjadi seorang pemimpin
dalam memotivasi dan mengkoordinasikan personal maupun kelompok dalam
melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Dalam
hal ini saya akan membahas tentang kepemimpinana dari suku minangkabau.
BAB II
II.
KEPEMIMPINAN MINANGKABAU
Sistem
kepemimpinan adalah suatu hal yang menarik, karena konsep mengenai kepemimpian
seingkali sangat erat hubungannya dengan kondisi-kondisi politik, perubahan sosial,
yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. Disisi lain pola kepemimpinan yang
berlangsung ditengah-tengah suatu masyarakat
tertentu tidak terlepas pula dari berbagai faktor yang mendukung
masyarakat itu sendiri, umpamanya seperti kodisi sosial budaya, sistem nilai
yang dimiliki, agama dan kepercayaan yang dianut, peranan dan status yang
dipegangnya. Minangkabau sebagai salah satu kelompok etnis tertentu, tidak
terlepas dari pesoalan diatas. Dengan kondisisosial budaya yang kompleks, suku
minagkabau sudah dikenal mempunyai struktur masyarakat yang teratur pada masa
lalu. Berikut adalah macam-macam kepemimpinan minangkabau :
A.
Kepemimpinan Penghulu
Penghulu sejak era Datuak Perpatih
Nan Sabatang dan Datuak Kutamanggung, berfungsi sebagai pemimpin dalam kaum
sukunya. Yang berfungsi sebagai pemimpin dalam suku kaumnya, dan sebagai leader
melingdungi kepentingan masyarakat yang dipimpinnya. Penghulu didalam adat
Minangkabau disebut penghulu dengan panggilan sehari-hari “Datuak”. Tugas
seorang penghulu meliputi segala persoalan dan masalah yang terkait dengan
masyarakat dan kaumnya. Penghulu dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh
beberapa perangkat yang disebut dengan pemangku adat, yakni manti, malim dan
dubalang, disamping wakilnya langsung disebut panungkek.
B. Kepemimpinan
Mamak
Mamak adalah saudara laki-laki dari
pihak ibu. Semua saudara laki-laki ibu baik adik maupun kakaknya yang sudah
dewasa atau menikah disebut mamak. Secara khusus mamak bukanlah sekedar seorang
saudara laki-laki ibu akan tetapi mamak adalah seseorang yang dituakan dan
dianggap cakap dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan sisitim matrilineal
diMinangkabau. Didalam kehidupan masyarakat Minangkabau laki-laki memilki dua
fungsi, yaitu sebagai kepala keluarga dan sebagai mamak. Artinya laki-laki itu
juga menjadi pemimpin dari adik-adik dan kepanakannya. Sebagai seorang mamak ia
diharapkan mengawasi adik dan kemenakannya yang perempuan serta mengurus dalam
hal-hal yang berhubungan dengan tata cara bermasyarakat, hal itu menjadi
tanggung-jawab mamak.
BAB III
KESIMPULAN
III.
KESIMPULAN
Dari materi diatas, saya dapat
menyimpulkan bahwa sebuah kepemimpinan bukan hanya sekedar jabatan, tetapi
sebuah tugas yang harus dilaksanakan dengan baik. Indonesia memang suatu negara
yang emiliki banyak sekali budaya, begitu pula dengan suku-sukunya. Itulah
sebabnya banyak sekali sistem kepemimpinan yang masih dianut oleh beberapa suku
sampai pada saat ini. Semoga dapat bermanfaat.
Senin, 28 Januari 2013
ARTI DAN FUNGSI MANAJEMEN
Manajemen adalah senuah ilmu dan seni merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi para tenaga
manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan telaj ditetapkan.
Mekanisme kerja dari fungsi-fungsi manajemen dimulai dengan adanya keinginan,
kebutuhan, serta informasi. Adanya keinginan dan kebutuhan seseorang mendorong
seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Maksud tersebut akan lebih terdorong
untuk dilakukan bilamanatelah tersedia sejumlah informasi.
Setiap kegiatan yang dilakuakan oleh seseorang atau
sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan tersebut
perlulah dibuat sebuah perencaan terlebih dahulu. Setelah perencanaan disusun,
baru ditetapkan siapa yang kan melakukan, bagaimana pembagian kerjanya,
bagaimana wewenang, tanggung jawab serta petanggung jawaban masing-masing
kegiatan. Para pelaksan organisasi terdiri dari orang-orang yang mempunyai
berbagai macam keinginan, kebutuhan serta pola piker yang berbeda-beda.
Meskipun sudah diorganisir, didalam sebuah wadah organisasi belum tentu
kegiatan seseorang searah dengan yang lain. Oleh karena itu, perlulah diadakan
pengarahan agar masing-masing bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal
mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi untuk mecapai tujuan harus ada kegiatan,
diamana kegiatan-kegiatan yang sama akan disatukan didalam suatu wadah yang
disebut fungsi. Tentu saja fungsi yang harus dilakukan banyak dan berbeda-beda.
Oleh karena itu, fungsi yang berbeda-beda ini perlu untuk dikoordinasikan
sedemikian rupa. Supaya tidak terdapat kontradiksi anatr fungsi yang satu
dengan yang lainnya untuk menuju kepada sasaran yang sama.
Sebuah rencana yang sudah ditetapkan sekarang
digunakan untuk dilaksanakan pada waktu –waktu yang akan datang. Waktu yang
akan datang, penuh dengan ketidakpastian yang akan sering menimbulkan berbagai
akibat dan penyimpangan, sehingga hasil kerja yang telah dicapai tidak sesuai
dengan apa yang telah direncanakan. Untuk menghilangkan atau menjaga agar
penyimpangan yang terjadi tidak terlalu jauh dari rencananya, maka perlulah
diadakannya sebuah pengawasan.
Tetapi, bukanlah berarti bahwa sebuah tugas
pengawasan hanyalah menjaga agar penyimpangan tidak terlalu jauh melampaui
standar yang ada, tetpi mancakup pula kegiatan-kegiatan untuk mecari
kemungkinan terjadinya penyimpangan, dan mencegah agar penyimpangan tersebut
tidak terjadi. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen mempunyai
lima fungsi, yaitu:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Dalam janka panjang, mekanisme keja
dari fungsi-fungsi manajemen ini berjalan secara kronologis, sedangkan dalam
jangka pendek akan berjalan secara bersama-sama. Setelah fungsi terakhir
(pengawasan) dilakukan, maka kegiatan berikutnya dilakukan dengan mengadakan perencanaan
lagi. Terus akan berputar seperti itu.
Swastha,
Basu DH. dan Ibnu Sukotco, 1998. Pengantar
Bisnis Modern. Liberty, Yogyakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)