Rabu, 12 Juni 2013

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

1. Adinda said, “I don’t want to go”
She said she didn’t want to go

2. Bayu said, “Meet me after class”
He told me to meet him after class

3. “Are you sad?” said Lila
Lila asked me if I was sad

4. “Rizky”,said Yuli “is my best friend”
Yuli said that Rizky was her best friend

5. “What do you want?” said Yudha
He asked me if I wanted

6. “is what I explained clear?” said Mr.D
Mr.D asked me if what he had explained was clear or not

7. “Have you ever met you idol?” Said Inna
Inna asked me if I had met my idol

8. He said, “What time is it?”
He asked me if what time it is

9. He asked, “Have you need any good books lately?”
He asked me if I had need any good books lately

10. He asked, “Did you finish your assignment?”
He asked me if I had finished my assignment

11. He asked, “May I borrow your English grammar book?”
He asked me if he might borrow my English grammar book

12. He asked, “Is what you want to talk to me about important?”
He asked me if what I wanted to talk to him was important or not

13. He asked, “Is what you said really true?”
He asked me if what I said was really true or not

14. He said, “Where should I meet you after class?”
He asked me if where should he met me after class

15. He said, “Who do you think will win the champions league?”
He asked me if who did I think would win the champions league

Kamis, 02 Mei 2013

PARALLEL STRUCTURE AND PAIRED CONJUNCTION


A.    Combain the given sentences into one sentence that contain parallel structure !

1.      Mary is opening the door and greeting her guests.
2.      Mary is kind, generous and trustworthy.
3.      I like coffee but I don’t like tea.
4.      I have met her mother and her father.
5.      I should have finished my homework and cleaned my room.
6.      The decided to quit school, to go California and to find a job.
7.      He enjoys reading novels and watching Tv in his sparetime.

B.     Combain the following into sentence that contain parallel structure. Use appropriate paired conjunctions.

8.      Either we could fly or take the train.
9.      You not only can have tea but also can have tea.
10.  Not only Arthur but also Ricardo is absent.
11.  Both Nico and his brother doesn’t understand English.
12.  Not only Bob but also Alex is not in class today.
13.  Both Ron and Bob enjoys horseback riding.
14.  According to the news report, either will snow tonight or rain tonight.
15.  Neither the library nor the bookstore doesn’t have the book I need.

Selasa, 02 April 2013

PRESENT PERFECT TENSE

   Verbal Sentence
1.    I have had a dinner
I haven’t had a dinner
Have you had a dinner?
2.    Mr. Ahmad has lived in Jakarta for five yeas
Mr. Ahmad hasn’t lived in Jakarta for five years
Has Mr.Ahmad lived in Jakarta for five years?
3.    I have watched Justin Bieber in Tv
I haven’t watched Justin Bieber in Tv
Have you watched Justin Bieber in Tv?
4.    She has just finished her homework
She hasn’t just finished her homework
Has she just finished her homework?
5.    I have answered that question
I haven’t answered that question
Have you answered that question?
6.    Devi have visited the museum before
Devi haven’t visited the museum before
Have Devi visited the museum before? 
7.    I have just sent an email
I haven’t just sent an email
Have you just sent an email?
8.    Dandi has damaged his toys
Dandi hasn’t damaged his toys
Has Dandi damaged his toys?
9.    Dinda has studied at Gunadarma University since 2012
Dinda hasn’t studied at Gunadarma University since 2012
Has Dinda studied at Gunadarma University since 2012?
10. Amy has bought a bag
Amy hasn’t bought a bag
Has Amy bought a bag?
Nominal Sentence
1.    I have been here for one hour
I haven’t been here for one hour
Have you been here for one hour?
2.    Putri has been tired since Mrs.Ani here
Putri hasn’t been tired since Mrs.Ani here
Has Putri been tired since Mrs.Ani here?
3.    I have been busy for three weeks
I haven’t been busy for three weeks
Have you been busy for three weeks?
4.    She has been at museum since 08.am
She hasn’t been at museum since 08.am
Has she been at museum since 08.am?
5.    He has been washing your car for 15 minutes
He hasn’t been washing your car for 15 minutes
Has he been washing your car for 15 minutes?        
6.    Mr. Jamal has been in Bandung since 1982
Mr. Jamal hasn’t been in Bandung since 1982
Has Mr. Jamal been in Bandung since 1982?
7.    You have been read a magazine
You haven’t been read a magazine
Have you been read a magazine?
8.    I have been sick for 3 days
I haven’t been sick for 3 days
Have you been sick for 3 days?
9.    I have been to Dufan before
I haven’t been to Dufan before
Have you been to Dufan before?
10. I have been to Paris recently
I haven’t been to Paris recently
Have you been to Paris recently?

Selasa, 12 Februari 2013

LIMA UNSUR PENTING DALAM PERUSAHAAN

Dalam perekonomian, perusahaan dapat bertindak sebagai perantara antara sumber faktor produksi dan konsumen. Meliputi sarana, organisasi dan lembaga lembaga yang secara langsung ataupun tidak langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi barang serta jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen.  Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi prosukdi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. Dari definisi tentang perusahaan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa ada lima unsure yng penting, yaitu:
1.      Organisasi, berasal dari kata organ yang berarti alat. Adanya sutu alat produksi saja belum cukup untuk menimbulkan organisasi. Setelah dikombinasikan dengan sumber-sumber ekonomi lainnya seperti manusia, bahan-bahan, dan sebagainyatimbullah keharusan untuk mengadakan kerjasama secara efisien dan efektif. Organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungannya yang mempunyai sifat dinamis, yang artinya dapat menyesuaikan diri kepada perubahan, pada hakekatnya merupakan suatu bentuk yang dengan sadar diciptakan menusia untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan. 
2.      Produksi, yaitu semua usaha yang ditunjukan untuk menciptakan suatu barang. Produksi dibagi menjadi dua, yaitu produksi langsung dan produksi tidak langsung. Produksi langsung merupakan usaha-usaha untuk menghasilkan atau mendapatkan barang secara langsung, ini meliputi produksi primer dan produksi sekunder. Selain produksi langsung terdapat kegiatan lain yang membantu disebut produksi tersier. Ini meliputi perdagangan (perdagangan kecil, besar, impor dan ekspor) dan kegiatan-kegiatan lain seperti distribusi, perbankan, perasuransian, penelitian pasar dan periklanan. Sedangkan produksi tidak langsung ini tidak menaikkan nilai penggunaan ataupun tidak langsung dari alam, tetapi memberikan jasa-jasa yang sangat berguna bagi perusahaan. Sebagai contoh adalah kegiatan yang dilakukan oleh para akuntan, ilmuwan, polisi dan sebagainya.
3.      Menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi, pada pokoknya sumber-sumber ekonomi atau fator-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan dapat dikelompokan kedalam 4 macam sumber, yaitu manusia, uang, material dan metode. Keempat sumber ini dikenal dengan sebutan 4 M (man, money, material dan method). Produksi tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya sumber-sumber tersebut. Semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditunjukan untuk membuat barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mendistribusikannya dengan cepat dan efisien agar memperoleh laba. Laba akan didapatkan apabila perusahaan membuat barang dan jasa yang sesuai denga selera masyrakat untuk memuaskan kebutuhannya. Jadi tugas perusahaan adalah melayani kepentingan masyrakat.
4.      Kebutuhan, meliputi kebutuhan akan barang dan jasa. Sebuah perusahaan tidak akan dapat memenuhi semua kebutuhan menusia, melainkan hanya sebagian saja. Sedangkan sebagian yang lain dipenuhi oleh perusahaan yang lain pula. Misalnya perusahaan roti hanya dapat memenuhi akan kebutuhan makanan saja, perusahaan konveksi hanya dapat memenuhi kebutuhan pakaian saja. Jadi antar perusahaan akan saling membutuhkan satu sama lain.
5.      Cara yang menguntungkan, agar tujuan perusahaan dapat tercapai maka semua aktivitas yang dilakukan haruslah menggunakan cara-cara yang menguntungkan. Artinya cara-cara yang ditempuh tersebut haruslah memperhatikan prinsip-prinsip yang efisien. Pemborosan dan cara-cara yang kurang menguntungkan sebaiknya dihindari. Cara yang menguntungkan bagi sebuah perusahaan belum tentu sama baiknya bagi perusahaan yang lain. Sebab cara yang ditempuhnya berbeda-beda. Perbedaan terletak pada bidang operasinya, alat prosuksinya, tujuan perusahaannya, keuntungan maksimalnya, kesejahteraan anggotanya dan kesejahteraan masyarakatnya.

MANAJEMEN KANTOR


Kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha atau pekerjaan tulis menulis. Manajemen perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas ketatausahaan dari sebuah kantor untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehemat-hematnya.
Menurut Drs. Kamisa, kantor berarti: bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi. Menurut Erns Neufert, bahwa didalam bangunan perkantoran pekerjaan utamanya adalah dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan pembuatan maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi tersebut. Jadi perkantoran adalah bangunan yang digunakan untuk pekerjaan administrasi dan manajerial.
Manajemen Kantor adalah Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan pekerjaan ketatausahaan untuk mencapai tujuan yang telah diperkirakan.
Manajemen Kantor adalah seluruh kegiatan penataan yang berhubungan dengan pelaksanaan tatausaha sebuah organisasi agar proses tersebut mampu menyediakan informasi yang bermakna bagi proses pembuatan keputusan. Manajemen kantor dapat ditinjau dari dua sudut penglihatan yang berbeda, yaitu dari sudut manajemen dan dari sudut sasaran.
Manajemen bukan saja dapat dianggap sebagai suatu jenis ilmu, tetapi juga aktivitas (kegiatan). Sebagai suatu ilmu dan aktivitas, manajemen mempunyai sifat yang unik. Artinya, identitas manajemen berbeda dari ilmu dan aktivitas lainnya.
Prosedur perkantoran adalah sistem-sistem perkantoran atau urutan-urutan dari pada langkah-langkah pelaksanaan –pelaksanaan pekerjaan kantor di dalam mana pekerjaan itu dilakukan dan berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya dimana dan siapa yang melakukannya.
Pentinganya sistem perkantoran karena :
1.      Membuat pekerjaan kantor menjadi lebih lancar.
2.      Memberikan pengawasan yang lebih baik melalui pengarahan.
3.      Membuat koordinasi yang lebih baik diantara bagian-bagian yang berbeda.
4.      Dalam melaksanakan pekerjaan dengan formulir-formulir perkantoran dan alat-alat pekerjaan tata usaha yang sangat penting. 
Perencanaan kantor meliputi segala aktivitas peramalan mengenai hal ihwal yang harus dilakanakan dana cara-cara pelaksanaannya dalam bidang tata usaha kantor. Maksud perencanaan kantor adalah mencapai efesien yang tertinggi dalam pelaksanaan tata usaha tersebut. Perencanaan kantor dapat meliputi perencanaan prosedur, perbekelalan dan tata ruang kantor.

Selasa, 29 Januari 2013

MAKALAH : PENGARUH KEPEMIMPINAN BUDAYA MINANGKABAU TERHADAP KEMAMPUAN MANAGERIAL


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Pengatuh Budaya Minang Dalam kemampuan Manajerial” tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang diharapkan dapan bermanfaat bagi kita semua. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran kami harapkan untuk pelajaran dimasa yang akan datang.
Akhir kata saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperanserta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Akhir kata saya ucapkan terima kasih, saya berharap agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, Januari 2013
BAB I
I.                   PENDAHULUAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya merupakan bagian yang tidak bisa terlepaskan dari diri manusia sehingga banyak orang sering menganggap bahwa budaya diwariskan secara genetis. Ini terbukti ketika seseorang berusaha untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya sebagai sesuatu hal yang dipelajari. Budaya juga diartikan sebagai suatu pola hidup yang sangat menyeluruh, budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turun menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Kehidupan sosial manusia juga tidak lepas dari yang namanya perekonomian. Dalam perekonomian dibutuhkan seseorang yang mampu untuk memimpin dan menjadi seorang pemimpin dalam memotivasi dan mengkoordinasikan personal maupun kelompok dalam melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini saya akan membahas tentang kepemimpinana dari suku minangkabau.
BAB II
II.                KEPEMIMPINAN MINANGKABAU
Sistem kepemimpinan adalah suatu hal yang menarik, karena konsep mengenai kepemimpian seingkali sangat erat hubungannya dengan kondisi-kondisi politik, perubahan sosial, yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. Disisi lain pola kepemimpinan yang berlangsung ditengah-tengah suatu masyarakat  tertentu tidak terlepas pula dari berbagai faktor yang mendukung masyarakat itu sendiri, umpamanya seperti kodisi sosial budaya, sistem nilai yang dimiliki, agama dan kepercayaan yang dianut, peranan dan status yang dipegangnya. Minangkabau sebagai salah satu kelompok etnis tertentu, tidak terlepas dari pesoalan diatas. Dengan kondisisosial budaya yang kompleks, suku minagkabau sudah dikenal mempunyai struktur masyarakat yang teratur pada masa lalu. Berikut adalah macam-macam kepemimpinan minangkabau :
A.                Kepemimpinan Penghulu
Penghulu sejak era Datuak Perpatih Nan Sabatang dan Datuak Kutamanggung, berfungsi sebagai pemimpin dalam kaum sukunya. Yang berfungsi sebagai pemimpin dalam suku kaumnya, dan sebagai leader melingdungi kepentingan masyarakat yang dipimpinnya. Penghulu didalam adat Minangkabau disebut penghulu dengan panggilan sehari-hari “Datuak”. Tugas seorang penghulu meliputi segala persoalan dan masalah yang terkait dengan masyarakat dan kaumnya. Penghulu dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh beberapa perangkat yang disebut dengan pemangku adat, yakni manti, malim dan dubalang, disamping wakilnya langsung disebut panungkek.
B.     Kepemimpinan Mamak
Mamak adalah saudara laki-laki dari pihak ibu. Semua saudara laki-laki ibu baik adik maupun kakaknya yang sudah dewasa atau menikah disebut mamak. Secara khusus mamak bukanlah sekedar seorang saudara laki-laki ibu akan tetapi mamak adalah seseorang yang dituakan dan dianggap cakap dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan sisitim matrilineal diMinangkabau. Didalam kehidupan masyarakat Minangkabau laki-laki memilki dua fungsi, yaitu sebagai kepala keluarga dan sebagai mamak. Artinya laki-laki itu juga menjadi pemimpin dari adik-adik dan kepanakannya. Sebagai seorang mamak ia diharapkan mengawasi adik dan kemenakannya yang perempuan serta mengurus dalam hal-hal yang berhubungan dengan tata cara bermasyarakat, hal itu menjadi tanggung-jawab mamak.

BAB III
KESIMPULAN
III.             KESIMPULAN
Dari materi diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa sebuah kepemimpinan bukan hanya sekedar jabatan, tetapi sebuah tugas yang harus dilaksanakan dengan baik. Indonesia memang suatu negara yang emiliki banyak sekali budaya, begitu pula dengan suku-sukunya. Itulah sebabnya banyak sekali sistem kepemimpinan yang masih dianut oleh beberapa suku sampai pada saat ini. Semoga dapat bermanfaat.



Senin, 28 Januari 2013

ARTI DAN FUNGSI MANAJEMEN


Manajemen adalah senuah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi para tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan telaj ditetapkan. Mekanisme kerja dari fungsi-fungsi manajemen dimulai dengan adanya keinginan, kebutuhan, serta informasi. Adanya keinginan dan kebutuhan seseorang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Maksud tersebut akan lebih terdorong untuk dilakukan bilamanatelah tersedia sejumlah informasi.
Setiap kegiatan yang dilakuakan oleh seseorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan tersebut perlulah dibuat sebuah perencaan terlebih dahulu. Setelah perencanaan disusun, baru ditetapkan siapa yang kan melakukan, bagaimana pembagian kerjanya, bagaimana wewenang, tanggung jawab serta petanggung jawaban masing-masing kegiatan. Para pelaksan organisasi terdiri dari orang-orang yang mempunyai berbagai macam keinginan, kebutuhan serta pola piker yang berbeda-beda. Meskipun sudah diorganisir, didalam sebuah wadah organisasi belum tentu kegiatan seseorang searah dengan yang lain. Oleh karena itu, perlulah diadakan pengarahan agar masing-masing bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi untuk mecapai tujuan harus ada kegiatan, diamana kegiatan-kegiatan yang sama akan disatukan didalam suatu wadah yang disebut fungsi. Tentu saja fungsi yang harus dilakukan banyak dan berbeda-beda. Oleh karena itu, fungsi yang berbeda-beda ini perlu untuk dikoordinasikan sedemikian rupa. Supaya tidak terdapat kontradiksi anatr fungsi yang satu dengan yang lainnya untuk menuju kepada sasaran yang sama.
Sebuah rencana yang sudah ditetapkan sekarang digunakan untuk dilaksanakan pada waktu –waktu yang akan datang. Waktu yang akan datang, penuh dengan ketidakpastian yang akan sering menimbulkan berbagai akibat dan penyimpangan, sehingga hasil kerja yang telah dicapai tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Untuk menghilangkan atau menjaga agar penyimpangan yang terjadi tidak terlalu jauh dari rencananya, maka perlulah diadakannya sebuah pengawasan.
Tetapi, bukanlah berarti bahwa sebuah tugas pengawasan hanyalah menjaga agar penyimpangan tidak terlalu jauh melampaui standar yang ada, tetpi mancakup pula kegiatan-kegiatan untuk mecari kemungkinan terjadinya penyimpangan, dan mencegah agar penyimpangan tersebut tidak terjadi. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu:
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Pengarahan
4.      Pengkoordinasian
5.      Pengawasan
Dalam janka panjang, mekanisme keja dari fungsi-fungsi manajemen ini berjalan secara kronologis, sedangkan dalam jangka pendek akan berjalan secara bersama-sama. Setelah fungsi terakhir (pengawasan) dilakukan, maka kegiatan berikutnya dilakukan dengan mengadakan perencanaan lagi. Terus akan berputar seperti itu. 



Swastha, Basu DH. dan Ibnu Sukotco, 1998. Pengantar Bisnis Modern. Liberty, Yogyakarta.